BAYANGANMU :
Suatu hari ada seorang anak kecil yang sedang bermain di lapangan dekat rumah... Anak kecil itu sedang melihat-lihat sekeliling dan membelakangi matahari, lalu tiba-tiba dia tertarik melihat bayangannya sendiri...
Dia berjalan mengikuti bayangannya dengan harapan dia bisa berlari mendahului bayangannya. Semakin jauh dia berjalan, semakin jauh pula bayangan tubuhnya menjauh darinya. Semakin berlari sampai dia kecapekan tapi tak bisa-bisa dia meraih bayangannya itu. Saat itu ayahnya yang sedang mengamatinya menegurnya, "nak, apa yang kamu lakukan?", jawab sang anak "aku ingin mendahului bayanganku yah"
Tegur ayah lagi "jika kamu ingin mendahului bayanganmu, maka berlarilah menuju matahari, maka bukan kamu yang mengejar bayanganmu, melainkan bayanganmu yang mengejar kamu."
Cerita ini mengajak kita untuk merefleksikan kehidupan kita. Bayangan kita ilustrasikan sebagai angan-angan, nilai-nilai duniawi yang ingin kita raih. Sedangkan matahari adalah Tuhan. Saat kita berusaha mengejar keinginan-keinginan kita (jodoh,rejeki maupun kebahagiaan), tanpa disadari kita malah berlari meninggalkan Tuhan. Apa yang terjadi? Hal-hal yang kita inginkan itu malah semakin menjauh dari diri kita.
Pesan moral :
Yang perlu kita lakukan adalah "berbalik arah menuju matahari", yaitu kembali mengejar Tuhan, mengabdi kepadaNya dan selalu taat akan segala perintahNya maka semua apa yang kita inginkan tanpa kita sadari akan datang dengan sendirinya mengikuti ♥ Ƙiτɑ
Monday, March 19, 2012
Wisata hati
SUATU TEMPAT YANG PALING JARANG KITA KUNJUNGI
Assalamualaikum wr wb
Sahabatku,
Manusia sepanjang hidupnya telah berjalan ribuan kilometer & mengunjungi banyak sekali tempat, dari yg terdekat hingga yg terjauh bahkan ke luar negeri.
Akan tetapi kita tidak menyadari, bahwa sesunggguhnya ada suatu tempat yg sangat jarang sekali dikunjungi manusia, tapi justru tempat itu sangat dekat ke diri kita, yaitu HATI kita.
Manusia sudah terbang tinggi menjelajahi hingga ke luar angkasa, berjalan menjelajahi kulit bumi, menyelami seluruh dasar samudera, tetapi tidak pernah menyelam ke dalam hatinya sendiri. Manusia tahu kedalaman laut tetapi tidak pernah tahu kedalaman hatinya.
Allah Swt tidak bersemayam di rumah2 ibadah di tempat2 suci, atau di puncak gunung2, di samudera luas atau di matahari, di bintang2 & di bulan. Tapi Allah Swt ada & bersemayam di dalam hati kita semua.
Dalam hadis Qudsi, Allah Swt berfirman: “Hai anak Adam, Aku telah menciptakan taman bagimu, & sebelum kamu bisa masuk ke taman ciptaan-Ku, Aku usir setan dari dalamnya. & dalam dirimu ada hati, yg seharusnya menjadi taman yg engkau sediakan bagi-Ku.”
Namun demikian meski HATi kita menempel dalam tubuh kita, hingga kemanapun kita pergi melangkah, HATI kita pasti akan terbawa, akan tetapi dalam tindakan kita sehari-hari ,HATi kita seperti tidak pernah ada di diri kita. Barangkali karena jarang kita kunjungi, hingga Allah-pun pergi & enggan bersemayam di hati kita. Itulah sebabnya barangkali, kita sering berbuat dosa tapi tidak merasa telah berbuat dosa.
Nah mumpung weekend Sahabatku, cobalah kita kunjungi HATI kita, tanyalah apakah tingkah laku kita selama ini telah sesuai dgn HATI NURANI kita atau tidak.
Semoga Allah Swt senantiasa membersihkan HATI kita & anak keturunan kita hingga menjadi Qalbun Salim (Hati yg Bersih) hingga Allah Swt senantiasa betah bersemayam di HATI kita. Amiin.
Assalamualaikum wr wb
Sahabatku,
Manusia sepanjang hidupnya telah berjalan ribuan kilometer & mengunjungi banyak sekali tempat, dari yg terdekat hingga yg terjauh bahkan ke luar negeri.
Akan tetapi kita tidak menyadari, bahwa sesunggguhnya ada suatu tempat yg sangat jarang sekali dikunjungi manusia, tapi justru tempat itu sangat dekat ke diri kita, yaitu HATI kita.
Manusia sudah terbang tinggi menjelajahi hingga ke luar angkasa, berjalan menjelajahi kulit bumi, menyelami seluruh dasar samudera, tetapi tidak pernah menyelam ke dalam hatinya sendiri. Manusia tahu kedalaman laut tetapi tidak pernah tahu kedalaman hatinya.
Allah Swt tidak bersemayam di rumah2 ibadah di tempat2 suci, atau di puncak gunung2, di samudera luas atau di matahari, di bintang2 & di bulan. Tapi Allah Swt ada & bersemayam di dalam hati kita semua.
Dalam hadis Qudsi, Allah Swt berfirman: “Hai anak Adam, Aku telah menciptakan taman bagimu, & sebelum kamu bisa masuk ke taman ciptaan-Ku, Aku usir setan dari dalamnya. & dalam dirimu ada hati, yg seharusnya menjadi taman yg engkau sediakan bagi-Ku.”
Namun demikian meski HATi kita menempel dalam tubuh kita, hingga kemanapun kita pergi melangkah, HATI kita pasti akan terbawa, akan tetapi dalam tindakan kita sehari-hari ,HATi kita seperti tidak pernah ada di diri kita. Barangkali karena jarang kita kunjungi, hingga Allah-pun pergi & enggan bersemayam di hati kita. Itulah sebabnya barangkali, kita sering berbuat dosa tapi tidak merasa telah berbuat dosa.
Nah mumpung weekend Sahabatku, cobalah kita kunjungi HATI kita, tanyalah apakah tingkah laku kita selama ini telah sesuai dgn HATI NURANI kita atau tidak.
Semoga Allah Swt senantiasa membersihkan HATI kita & anak keturunan kita hingga menjadi Qalbun Salim (Hati yg Bersih) hingga Allah Swt senantiasa betah bersemayam di HATI kita. Amiin.
Ahli Ibadah Masuk Neraka
Ahli Ibadah Masuk Neraka
Walaupun sudah beribadah selama ratusan tahun, ternyata Allah memutuskan laki-laki ahli ibadah itu harus masuk neraka. Walau sedih, laki-laki tersebut tetap ikhlas dan justru karena keikhlasannya menerima neraka, ia justru mendapat surga.
Kisahnya.
Suatu saat, Nabi Musa as sedang berjalan-jalan melihat keadaan umatnya. Tak lama kemudian, beliau memutuskan untuk singgah ke sebuah tempat yang biasa digunakan untuk shalat bagi masyarakat setempat. Di tempat itu, Nabi Musa as melihat seseorang sedang beribadah dengan khusyuknya.
Nabi Musa as penasaran, siapakah laki-laki yang sudah menarik perhatiannya itu. Nabi Musa pun akhirnya menanyakan perihal tersebut kepada warga setempat. Menurut beberapa warga, orang tersebut adalah orang yang ahli ibadah.
Nabi Musa a.s. kagum melihat orang tua renta yang masih tetap khusyuk beribadah. Dengan segera, Nabi Musa as mendekatinya dan menyapa,
"Wahai hamba AAllah, apa yang hendak engkau pinta dari Allah sehingga engkau begitu khusyuk dalam beribadah," sapa nabi Musa a.s.
"Wahai Nabiyullah, umurku lebih dari 500 tahun dan aku telah 350 tahun beribadah kepada Allah tanpa melakukan dosa sedikitpun," kata ahli ibadah yang sudah tua itu.
"Subhanallah, apa yang kamu harapkan dari ibadahmu yang sedemikian lama itu?" tanya Nabi Musa a.s lagi.
"Aku hanya ingin tahu, di surga manakah Allah SWT akan meletakkan aku kelak di akhirat?" kata ahli ibadah itu.
"Apakah sudah engkau temukan jawabannya?" tanya Nabi Musa a.s.
"Belum Nabi, tolong sampaikan pertanyaanku ini kepada Allah SWT," pinta ahli ibadah itu.
Ikhlas.
Karena kagum dengan ibadah yang dilakukan orang tersebut, Nabi Musa as akhirnya mengabulkan permintaan ahli ibadah itu. Nabi Musa as kemudian bermunajat memohon kepada Allah SWT agar memberitahukan kepadanya dimana umatnya ini akan ditempatkan di akhirat kelak.
Allah SWT berfirman,
"Wahai Musa, sampaikanlah kepadanya bahwa Aku akan meletakkannya di dasar neraku-Ku yang paling dalam."
Meski dengan berat hati, Nabi Musa as tetap mengabarkan kepada orang tersebut apa yang telah Allah Firmankan kepadanya. Saat ahli ibadah itu mendengarkan perkataan Nabi Musa, ahli ibadah itu terkejut. Ia kaget atas apa yang dikatakan oleh Nabi Musa as. Dengan perasaan sedih, ia pun beranjak dari hadapan Nabi Musa as.
Pada malamnya, ahli ibadah itu terus menerus berfikir mengenai keadaan dirinya. Walaupun sedih, tapi ia ikhlas atas takdirnya. Ia tidak ingin menuntut apa-apa atas ibadahnya yang sudah 300 tahun itu. Namun, tiba-tiba terlintas di pikiran mengenai saudara-saudaranya, teman-temannya dan orang lain yang mana mereka baru beribadah selama 100 tahun, 200 tahun dan mereka yang belum beribadah sebanyak dirinya. Ahli ibadah itu berfikir, dimana kelak mereka akan di tempatkan. Ia merasa iba pada mereka, mungkin saja tempat mereka juga di neraka.
Masuk Surga.
Keesokan harinya, ia menjumpai Nabi Musa a.s kembali. Ia kemudian berkata,
"Wahai Nabi Musa as, aku rela kalau Allah SWT memasukkan akau ke dalam neraka-Nya, akan tetapi aku meminta satu permohonan. Aku mohon agar setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam neraka, maka jadikanlah tubuhku ini sebesar-besarnya sehingga seluruh pintu neraka tertutup oleh tubuhku dan tidak akan ada seorangpun yang akan masuk ke dalamnya karena tubuhku menutupi pintu neraka," pintanya.
Nabi Musa as. lalu menyampaikan permohonan orang itu kepada Allah SWT. Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Nabi Musa as, maka Allah SWT berfirman,
"Wahai Musa, sampaikanlah kepada umatmu itu bahwa sekarang Aku akan menempatkannya di surga-Ku yang paling tinggi."
Karena keikhlasan ahli ibadah itu, akhirnya ia mendapatkan surga. Nabi Musa as pun memberitahukan kabar ini kepada ahli ibadah yang sudah tua itu. Begitu mendengar berita yang menyenangkan itu, si ahli ibadah langsung bersyukur kepada Allah SWT. Ia semakin meningkatkan kualitas ibadahnya dengan ikhlas di sisa hidupnya.
Walaupun sudah beribadah selama ratusan tahun, ternyata Allah memutuskan laki-laki ahli ibadah itu harus masuk neraka. Walau sedih, laki-laki tersebut tetap ikhlas dan justru karena keikhlasannya menerima neraka, ia justru mendapat surga.
Kisahnya.
Suatu saat, Nabi Musa as sedang berjalan-jalan melihat keadaan umatnya. Tak lama kemudian, beliau memutuskan untuk singgah ke sebuah tempat yang biasa digunakan untuk shalat bagi masyarakat setempat. Di tempat itu, Nabi Musa as melihat seseorang sedang beribadah dengan khusyuknya.
Nabi Musa as penasaran, siapakah laki-laki yang sudah menarik perhatiannya itu. Nabi Musa pun akhirnya menanyakan perihal tersebut kepada warga setempat. Menurut beberapa warga, orang tersebut adalah orang yang ahli ibadah.
Nabi Musa a.s. kagum melihat orang tua renta yang masih tetap khusyuk beribadah. Dengan segera, Nabi Musa as mendekatinya dan menyapa,
"Wahai hamba AAllah, apa yang hendak engkau pinta dari Allah sehingga engkau begitu khusyuk dalam beribadah," sapa nabi Musa a.s.
"Wahai Nabiyullah, umurku lebih dari 500 tahun dan aku telah 350 tahun beribadah kepada Allah tanpa melakukan dosa sedikitpun," kata ahli ibadah yang sudah tua itu.
"Subhanallah, apa yang kamu harapkan dari ibadahmu yang sedemikian lama itu?" tanya Nabi Musa a.s lagi.
"Aku hanya ingin tahu, di surga manakah Allah SWT akan meletakkan aku kelak di akhirat?" kata ahli ibadah itu.
"Apakah sudah engkau temukan jawabannya?" tanya Nabi Musa a.s.
"Belum Nabi, tolong sampaikan pertanyaanku ini kepada Allah SWT," pinta ahli ibadah itu.
Ikhlas.
Karena kagum dengan ibadah yang dilakukan orang tersebut, Nabi Musa as akhirnya mengabulkan permintaan ahli ibadah itu. Nabi Musa as kemudian bermunajat memohon kepada Allah SWT agar memberitahukan kepadanya dimana umatnya ini akan ditempatkan di akhirat kelak.
Allah SWT berfirman,
"Wahai Musa, sampaikanlah kepadanya bahwa Aku akan meletakkannya di dasar neraku-Ku yang paling dalam."
Meski dengan berat hati, Nabi Musa as tetap mengabarkan kepada orang tersebut apa yang telah Allah Firmankan kepadanya. Saat ahli ibadah itu mendengarkan perkataan Nabi Musa, ahli ibadah itu terkejut. Ia kaget atas apa yang dikatakan oleh Nabi Musa as. Dengan perasaan sedih, ia pun beranjak dari hadapan Nabi Musa as.
Pada malamnya, ahli ibadah itu terus menerus berfikir mengenai keadaan dirinya. Walaupun sedih, tapi ia ikhlas atas takdirnya. Ia tidak ingin menuntut apa-apa atas ibadahnya yang sudah 300 tahun itu. Namun, tiba-tiba terlintas di pikiran mengenai saudara-saudaranya, teman-temannya dan orang lain yang mana mereka baru beribadah selama 100 tahun, 200 tahun dan mereka yang belum beribadah sebanyak dirinya. Ahli ibadah itu berfikir, dimana kelak mereka akan di tempatkan. Ia merasa iba pada mereka, mungkin saja tempat mereka juga di neraka.
Masuk Surga.
Keesokan harinya, ia menjumpai Nabi Musa a.s kembali. Ia kemudian berkata,
"Wahai Nabi Musa as, aku rela kalau Allah SWT memasukkan akau ke dalam neraka-Nya, akan tetapi aku meminta satu permohonan. Aku mohon agar setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam neraka, maka jadikanlah tubuhku ini sebesar-besarnya sehingga seluruh pintu neraka tertutup oleh tubuhku dan tidak akan ada seorangpun yang akan masuk ke dalamnya karena tubuhku menutupi pintu neraka," pintanya.
Nabi Musa as. lalu menyampaikan permohonan orang itu kepada Allah SWT. Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Nabi Musa as, maka Allah SWT berfirman,
"Wahai Musa, sampaikanlah kepada umatmu itu bahwa sekarang Aku akan menempatkannya di surga-Ku yang paling tinggi."
Karena keikhlasan ahli ibadah itu, akhirnya ia mendapatkan surga. Nabi Musa as pun memberitahukan kabar ini kepada ahli ibadah yang sudah tua itu. Begitu mendengar berita yang menyenangkan itu, si ahli ibadah langsung bersyukur kepada Allah SWT. Ia semakin meningkatkan kualitas ibadahnya dengan ikhlas di sisa hidupnya.
Sunday, March 18, 2012
Subscribe to:
Comments (Atom)